Selasa, 03 September 2013

CANDI BOROBUDUR

    CANDI BOROBUDUR
Borobudur dibangun sekitar tahun 800 masehi atau abad ke -9. Candi Borobudur dibangun oleh para penganut agama Budha Mahayana pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Candi ini dibangun pada masa kejayaan dinasti Syailendra. Pendiri candi Borobudur yaitu raja Samaratungga yang berasal dari wangsa atau dinasti Syailendra. Kemungkinan candi ini dibangun sekitar tahun 824 M dan selesai sekitar menjelang tahun 900-an Masehi pada masa pemerintahan raja Pramudawardhani yang adalah putri dari Samaratungga. Sedangkan arsitek yang berjasa membangun candi ini menurut kisah turun temurun bernama Gunadharma.

Kata Borobudur sendiri berdasarkan bukti tertulis pertama yang ditulis oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jendral Britania Raya di Jawa, yang memberi nama candi ini. Tidak ada bukti tertulis yang lebih tua yang memberi nama Borobudur pada candi ini. Satu-satunya dokumen tertua yang menunjukan keberadaan candi ini adalah kitab Nagarakertagama, yang ditulis oleh mpu Prapanca pada tahun 1365. Di kitab tersebut tertulis bahwa candi ini digunakan sebagai tempat meditasi penganut Budha.

Arti nama Borobudur yaitu “biara di perbukitan” yang berasal dari kata “bara” (candi atau biara) dan “beduhur”(perbukitan atau tempat tinggi) dalam bahasa Sansekerta. Karena itu, sesuai dengan arti nama Borobudur, maka tempat ini sejak dahulu digunakan sebagai tempat ibadat penganut Budha.

Candi ini selama berabad-abad tidak lagi digunakan. Kemudian karena letusan gunung merapi, sebagian besar bangunan candi Borobudur tertutup tanah Vulkanik. Selain itu, bangunan juga tertutup berbagai pepohonan dan semak belukar selama berabad-abad. Kemudian bangunan candi ini mulai terlupakan pada zaman Islam masuk ke Indonesia sekitar abad ke -15.
Pada tahun 1814 saat Inggris menduduki Indonesia, Sir Thomas Stamford Raffles mendengar adanya penemuan benda purbakala berukuran raksasa di desa  Bumisegoro daerah Magelang. Karena minatnya yang besar terhadap sejarah jawa, maka Raffles segera memerintahkan H.C. Cornelius, seorang insinyur Belanda, untuk menyelidiki lokasi penemuan yang saat itu berupa bukit yang dipenuhi semak belukar.

Cornelius dibantu oleh sekitar 200 pria menebang pepohonan dan menyingkirkan semak belukar yang menutupi bangunan raksasa tersebut. Karena mempertimbangkan bangunan yang sudah rapuh dan bisa runtuh, maka Cornelius melaporkan kepada Raflles penemuan tersebut termasuk beberapa gambar. Karena di ini terus dipugar pada masa penjajahan Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1956 pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO untuk meneliti kerusakan Borobudur. Lalu pada tahun 1963, keluar keputusan resmi pemerintah Indonesia untuk melakukan pemugaran candi Borobudur dengan bantuan dari UNESCO. Namun pemugaran ini baru benar-benar dilakukan pada tanggal 10 Agustus 1973. Proses pemugaran baru selesai pada tahun 1984. Sejak tahun 1991, candi Borobudur ditetapkan sebagai World Heritage Site atau Warisan Dunia oleh UNESCO.

Candi Borobudur terletak di Magelang, Jawa Tengah, sekitar 40 Km dari Yogyakarta. Candi Borobudur memiliki 10 tingkat yang terdiri dari 6 tingkat berbentuk bujur sangkar, 3 tingkat berbentuk bundar melingkar dan sebuah stupa. Seluruhnya terdapat 72 stupa selain stupa utama. Di setiap stupa terdapat Buddha. Sepuluh tingkat menggambarkan filsafat Buddha yaitu 10 tingkatan Bodhisattva yang harus dilalui untuk mencapai kesempurnaan menjadi budha di nirwana. Kesempurnaan ini dilambangkan oleh stpa utama ditingkat paling atas. Struktur Borobudur bila dilihat dari atas membentuk struktur mandala yang menggambarkan kosmologi Buddha dan cara berpikir manusia.
Di keempat sisi candi terdapat pintu gerbang dan tangga ke tingkat di atasnya seperti sebuah piramida. Hal ini menggambarkan filosofi Buddha yaitu semua kehidupan berasal dari bebatuan. Batu kemudian menjadi pasir, lalu menjadi tumbuhan, lalu menjadi serangga, kemudian menjadi binatang liar, lalu binatang peliharaan, dan terakhir menjadi manusia. Proses ini disebut sebagai reinkarnasi. Proses terakhir adalah menjadi jiwa dan akhirnya masuk ke nirwana. Setiap tahapan pencerahan pada proses kehidupan ini berdasarkan filosofi Buddha digambarkan pada relief dan patung pada seluruh candi Borobudur.

Bangunan raksasa ini hanya berupa tumpukan balok batu raksasa yang memiliki ketinggian total 42 m. setiap batu disambung tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu hanya disambung berdasarkan pola dan ditumpuk. Bagian dasar candi  Borobudur berukuran sekitar 118 m pada setiap sisi. Batu-batu yang digunakan kira-kira sebanyak 55.000 m³. semua batu tersebut diambil dari sungai di sekitar candi Borobudur. Batu-batu ini dipotong lalu diangkut dan disambung dengan pola seperti permainan lego. Semuanya tanpa menggunakan perekat atau semen.

Sedangkan relief mulai dibuat setelah batu-batuan tersebut selesai ditumpuk dan disambung. Relief  terdapat pada dinding candi. candi Borobudur memiliki 2670 relief yang berbeda. Relief ini dibaca searah putaran jarum jam. Relief ini menggambarkan suatu cerita yang cara membacanya dimulai dan diakhiri pada pintu gerbang disebelah timur. Hal ini menunjukkan bahwa pintu gerbang utama candi Borobudur menghadap timur seperti umumnya candi Buddha lainnya.
Bangunan candi Borobudur terdiri dari 3 bagian yang besar yang besar yaitu :
·         Bagian pertama di namakan Kamadhatu  berupa bagian pondasi yang menggambarkan alam kehidupan alam manusisa yang belum dapat mengendalikan hawa nafsu.
·         Bagian kedua di namakan Rupadhatu menggabarkan alam kehidupan manusia yang sudah bisa mengendalikan hawa nafsu tetapi masih terikat dengan bentuk
·         Bagian ketiga dinamakan Arupadhatu yng menggambarkan alam nirwana atau sunyata yang dilambangkan 3 teras  berbentuk lingkaran.

Fasilitas yang ada di taman :
·         Taman Borobudur Guest house di lengkapi dengan restoran, ruang seminar, perpustakan dan audio visual tentang Borobudur
·         Bangsal pameran/ museum
·         Pusat penelitian / konservasi batu candi
·         Tempat pembibitan tanaman
·         Tempat parker yang luas yang dapat menamping 90 kendaraan bus, 260 kendaraan roda empat  dan 200 sepeda motor.
·         Loket penjualan karcis di dua sisi pintu masuk
·         Pusat informasi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar